Minggu, 15 April 2012

Zidane Dan Kacamata

" Eh, sudah pake kacamata ya..."

" Lho, matanya minus berapa itu...?"

"Umurnya berapa tahun ya, kok sudah minus matanya...?"

" Zidane kok udah pake kacamata...keseringan nonton tv ya..?"

Itu adalah beberapa pertanyaan dari orang-orang di sekitarku saat mereka pertama kali mengetahui kalo anakku berkacamata. Dan aku sudah biasa dengan pertanyaan seperti itu, buatku itu adalah hal yang wajar, karena memang sedikit di luar kebiasaan ya ketika ada anak kecil yang masih duduk di bangku TK seperti zidane namun sudah harus mengenakan kacamata.

Aku sendiri juga tak pernah keberatan untuk menjawabnya, meskipun sudah berkali-kali menerima pertanyaan seperti itu. Aku menganggap semua pertanyaan seputar kacamata zidane itu adalah wujud perhatian  dari mereka kepada kami. Alhamdulillah, karena masih banyak teman-teman yang baik yang masih mau memberi perhatian kepadaku ataupun anakku.

Namun, ternyata di dunia ini selalu saja ada 2 sisi yang berkebalikan ya, tak jarang aku juga menemui beberapa orang yang malah mencibirku dan memojokan ku dengan  pertanyaan seperti ini :

"pasti gara-gara kurang sayur tuh...!" atau

" mamanya nggak pernah ngasih sayur/ buah sih..."

Sungguh, rasanya menyakitkan ketika aku di tuduh seperti itu....tega sekali mereka ngomong begitu, padahal
sejak kecil zidane itu termasuk anak yang doyan makan aneka macam sayur dan buah lho. Jadi kalo aku di tuduh seperti jelas aku nggak terima donk.....

Kelainan mata zidane adalah astigmatisme ( mata silinder), dan penyebabnya sama sekali bukan karena kurang sayur ataupun buah. Astigmatisme adalah kelainan pada mata yang di sebabkan karena lengkung kornea mata yang tidak merata. Kelainan ini terjadi karena kebiasaan  membaca yang buruk ataupun kebiasaan menggunakan mata untuk melihat objek yang terlalu dekat.

Kalo pada zidane penyebabnya jelas, karena memang karena sejak kecil zidane itu suka banget nonton tv dan main aneka macam games, baik itu games di laptop ataupun di hp.

Sayur ataupun buah memang bagus untuk memelihara kesehatan syaraf mata kita, namun jelas tak berhubungan dengan kelainan mata yang di alami Zidane. Bahkan dokter mata yang memeriksa zidane juga mengatakan "mau makan wortel segerobak tapi hobi nonton tv terlalu dekat, pasti tetep aja akan mengalami kelainan mata seperti ini".

Kalo aku di tuding  bahwa aku sedikit lalai menjaga zidane, aku masih bisa menerimanya, hati kecilku pun kadang  merasakan penyesalan kenapa aku membiarkan dia berlama-lama nonton ataupun main games.

Dulu, aku tak pernah berpikir bahwa kebiasaan nya itu akan menyebabkan zidane berkacamata, jika waktu dapat di putar kembali, tentu saja aku ingin sekali mengubah kebiasaan itu agar tak sampe berakibat buruk untuk zidane.

Tapi, semua sudah terjadi, menyesal pun tak ada gunanya. Sekarang, baik aku ataupun suami sudah mulai bisa menerima keadaan ini sebagai bagian dari perjalanan hidup kami. Kami hanya berharap semoga tak ada lagi orang-orang yang menuduhkan kami hal-hal yang tak jelas kebenarannya.

Setiap orang di lahirkan dengan memiliki kelebihan dan kekurangan. Kami selalu bangga memiliki Zidane, dan kami akan berusaha lebih baik lagi dalam menjaga Zidane. Masa depanmu masih panjang nak, jangan pernah menyerah hanya karena sebuah kacamata. Buktikan kepada orang-orang di luar sana, bahwa kacamatamu tak akan pernah menyurutkan langkahmu untuk meraih semua mimpi dan cita-citamu.


31 komentar:

  1. Mami...Akyu bangget tuh..
    Begitulah isi hatiku juga saat Dokter memvonis Olive harus pake kaca mata..
    Rasanya menyalahkan diri sendiri..
    Sedih..
    Dunia runtuh..

    Tapi lama kelamaan, biasa..
    Nanti aku mau posting juga Ahh..

    BalasHapus
    Balasan
    1. di tunggu postingan nya ya, biar bisa saling share tentang buah hati yang harus berkacamata sejak kecil.

      Hapus
  2. justru dengan berkaca mata mampu menolong akan penglihatannya, tetap semangat ! setiap anak punya keunikan dan kelebihan sendiri sendiri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul, kacamata justru sangat membantu anak saya saat belajar.

      Hapus
    2. beri kepercayaan penuh biar tambah semangat dan tak minder jika pake kacamata.

      Hapus
    3. alhamdulillah sekarang sih udah nggak minder lagi kok...

      Hapus
  3. keseringan melihat layar terlalu dekat memang fatal akibatnya, mata saya juga jadi kurang awas karena keseringan menatap layar tv terlalu dekat, apa lagi hp juga berpengaruh.
    jadi alangkah baiknya jika punya buah hati lebih diatur lagi jarak pandangnya dengan televisi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul her,semua benda yang memiliki layar monitor memang kurang baik untuk anak-anak, karena itu penggunaannya harus selalu di awasi orang tua.

      Hapus
  4. sy juga sekarang bun sama seperti dek zidane. karena terlalu lama tiap hari menghadap laptop jadinya mata sy skg suka capek qlo terlalu lama bekerja di dpn laptop juga. dek zidane masih baiknya suka makan sayur lah kalo aku bun susahnya minta ampun deh..

    gpp dek zidane mbak ai juga gtu kok..ayo toss dek hohohoho...

    BalasHapus
    Balasan
    1. o ya....mungkin niza butuh cuti sementara nih, jangan kelamaan di depan laptop ya...

      Hapus
  5. mereka yang menuding itu tidak tau, makanya sembarangan bicara... apa yang dilakukan ibu, pasti yg terbaik untuk anak... :)
    semangat, jangan hiraukan ocehan orang yang tak tau, hehe
    salam

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul, setiap ibu pasti akan berusaha melakukan yang terbaik untuk anaknya.

      terimakasih kunjungannya ya...salam...

      Hapus
  6. Betul Mbak, harus tetap optimis, lagian anak2 pake kacamata bukan aib kok ^^

    Kalau mereka menuduh karena tak makan buah/sayur, berarti mereka tak mengerti ya, smile :P

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, menyemangati anak adalah kewajiban kita sebagai orang tua.

      Hapus
  7. gpp ya zidane, pake kacamata atau tidak yang penting sehat, salih dan berprestasi selalu ya ...

    btw, makasih sharingnya mbak ... aku harus tambah disiplin ngelarang anakku nonton nih -_-"

    BalasHapus
    Balasan
    1. amin, semoga selalu sehat dan berprestasi.

      sama-sama mbak, untuk masalah nonton atau main games memang kita mesti lebih disiplin lagi mbak agar tak berdampak buruk buat anak-anak.

      Hapus
  8. Dek zidane, cowok pake kacamata keren lho apah lagi adek zidane cakep iyaa kan bunda :D

    BalasHapus
  9. Zidaaaane....
    walaupun pake kacamata tetep cakep kok
    *siapa dulu donk mamahnya*

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah kalo tetep cakep...hehehe...

      Hapus
  10. mata boleh berkaca, tapi hati jangan sampai berkaca-kaca. Tetap semangat!

    BalasHapus
  11. aku juga silinder mbak, setelah melahirkan dulu pakai kacamatanya

    BalasHapus
  12. Wah, pukpuk mbak ^^
    Aku ga tau perasaan ibuku waktu aku pake kacamata umur 9 tahun.
    Suka dikatain, "keseringan baca buku sih ya."
    Padahal dulu aku ga suka baca hihi.
    Aku minus dan silnder juga loh Zidane hihi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. lha zidane malah pake kacamatanya lebih dini banget je un, waktu itu umurnya belum genap 5 tahun.

      besok2 coba una tanya ke ibu deh, gimana perasaan beliau waktu tahu una harus berkacamata ? kayaknya sih nggak beda dgn yang aku rasain deh, hihi

      Hapus
    2. Aku juga pake kacamat lo...,tapi karena membaca buku di tempat yang kurang penerangan.

      Hapus
    3. membaca buku di tempat yang kurang terang juga nggak bagus buat mata ya...

      Hapus