Sabtu, 25 Januari 2014

Iwak Pe

Teman-teman tahu apa itu iwak pe ?

Iwak pe adalah sebutan masyarakat di tanah kelahiran saya untuk ikan pari yang sudah di asap. Ikan pari yang bentuknya lebar biasanya di potong tipis memanjang dan di jepit dengan bilah bambu kecil, kemudian di asap. Setelah di asap iwak pe ini bisa di olah menjadi macam-macam hidangan. Yang paling sering sih di buat mangut yaitu di masak menggunakan kuah santan yang pedas. Bisa juga di tumis dengan cabe hijau yang banyak, di tambah kecap.

Iwak pe memiliki aroma khas yang cukup menyengat. Aroma menyengat itu membuat tidak semua orang menyukainya. Tapi kalo saya, berhubung dari kecil ibu saya sering mengolah nya di rumah, jadi saya justru sangat menyukai aroma menyengat iwak pe ini. Apalagi kalo aromanya sudah bercampur dengan bumbu-bumbu masakan...hmmm....perut bisa langsung lapar di buatnya.

Waktu masih tinggal dengan orangtua di kampung, saya cukup sering menikmati olahan dari iwak pe. Namun semenjak menikah dan hijrah ke pulau seberang, otomatis saya tak pernah lagi bisa menikmatinya. Di tempat tinggal saya sekarang, tak pernah saya jumpai ikan pari asap di pasar, kalo ikan pari segar malah banyak. 

Kapan hari, saya justru menemukan ikan pari asap di tukang sayur langganan yang sering lewat di komplek rumah. Si tukang sayur yang kebetulan orang jawa ternyata mengolah sendiri ikan pari segar yang di beli di pasar menjadi iwak pe. Wuaah...girangnya saya kala itu saat menjumpai iwak pe di jual di tukang sayur. Seperti melihat duit segepok.....hahaha.

Langsung saya beli beberapa potong waktu itu dan saya masak.  Hmm...akhirnya....bisa kembali menikmati sedapnya tumis iwak pe cabe ijo. Sayangnya suami dan anak ternyata nggak suka dengan masakan iwak pe itu. Mereka bilang baunya nggak enak. Sudah saya duga, bau iwak pe memang sangat menyengat !

Tak masalah...saya bisa menghabiskannya sendiri kok....hehe

tumis iwak pe cabe ijo

Saya bagi resepnya ya, barangkali ada yang pengen nyoba bikin di rumah.....

Bahan :

Iwak pe/ikan pari asap secukupnya, cuci bersih
Cabe ijo, sesuai selera
Cabe rawit, kalo ingin makin pedes
Bawang merah
Bawang putih
lengkuas
Garam gula, secukupnya
kecap manis, secukupnya.

Cara mengolahnya :
Bawang, cabe semua di iris tipis, di tumis sampai harum
Masukkan iwak pe, lengkuas, garam gula, kecap
Tambahkan sedikit air, masak sebentar dan cicipi.
Angkat dan sajikan dengan nasi putih...:)

 Selamat mencoba.



Senin, 14 Oktober 2013

Memanfaatkan Sampah Dapur

Memasak di dapur setiap hari pasti akan selalu menyisakan sampah dapur. Sampah dapur yang saya maksud di sini adalah kulit sayuran, batang sayuran, ampas kelapa, kulit telur, ataupun sampah dedaunan lainnya. Lantas kemanakah berakhirnya semua sampah dapur yang kita hasilkan setiap hari ? ke tempat sampah kah ?

sampah dapur

Pernah kepikiran nggak untuk tidak membuangnya melainkan memanfaatkannya untuk hal lain yang lebih berguna. Hmm...kira-kira untuk apa ya....ayo tebak !

Kalo ada yang jawab pupuk, bener bangeeet....yeaay...kamu pinter deh.....hehe

Sampah dapur memang bisa di manfaatkan sebagai pupuk organik untuk tanaman di rumah kita lho. Tak perlu repot-repot mengolahnya, cukup potong-potong dan letakkan di atas tanah / pot tanaman kita. Gampang banget kan..?

Dulu saya pun tak pernah kepikiran hal semacam itu. Sampai suatu saat saya nonton infotainment di tv yang meliput kegiatan Oppie andaresta di rumahnya. Oppie ternyata punya kebiasaan memanfaatkan sampah dapur sebagai pupuk bagi tanaman di halaman belakang rumahnya. Oppie hanya meletakkan begitu saja sampah-sampah dapur itu di atas tanaman di rumahnya. sampah dapur akan terurai dengan sendirinya setelah beberapa waktu dan menjadi pupuk bagi tanaman kita.

Karena caranya gampang banget, saya pun latah ikut-ikutan Oppie deh. Mulai hari itu, sampah-sampah dapur di rumah saya letakkan di atas pot-pot tanaman di rumah saya. Biar nggak terkesan berantakan, saya memotong-motong sampahnya dengan ukuran yang halus. Hasilnya tidak instan sih, butuh waktu kira-kira sebulan baru terlihat khasiat si pupuk.

Awalnya tanaman hias di rumah saya memang kurang terawat. Hanya sekedar hidup, kalo kata suami, tanaman saya itu ibarat hidup segan, mati tak mau....hehehe. Tapi setelah rutin saya berikan sampah dapur, kondisi si tanaman perlahan membaik. Daun-daun yang dulunya jarang mulai lebat, bunga-bunganya juga mulai banyak bermunculan di tiap cabangnya.

Subur berkat sampah dapur...:)

Sampah dapur bagi sebagian orang  mungkin di anggap barang sisa yang harus berakhir di tempat sampah. Tapi ketika kita bisa mengelolanya, mereka ternyata juga bisa memberikan manfaat yang baik buat kita.

Tertarik mencobanya ?



Jumat, 11 Oktober 2013

Icip-icip di Je~Jamuran

Postingan kali ini masih lanjutan dari cerita kemarin, jadi ceritanya setelah puas keliling candi kami memutuskan untuk cari tempat makan. Saya tanya zidane dan suami pengen makan apa, jawabnya terserah saya katanya.

Saya tawarkan ke resto Jejamuran di daerah sleman ( yang tinggal di jogja pasti tau RM jejamuran ), mereka mengangguk setuju. Yo wis akhirnya kita meluncur ke sana.

Sebenarnya kami belum pernah ke resto tersebut lho. Saya hanya pernah beberapa kali baca liputan tentang resto ini dari artikel temen-temen blogger. Menu serba jamur ( yang katanya enak ) itulah yang membuat saya penasaran ingin datang ke sana. Kebetulan saya dan keluarga juga termasuk pecinta jamur ( tapi bukan jamur kulit lho ya....hihi...)

Tak butuh waktu lama bagi kami untuk menemukan resto tersebut. Suami sudah sangat hapal jalanan di jogja. Cukup mudah baginya untuk mencari sebuah lokasi di sekitaran jogja.

Kami sampai di sana sekitar jam 2 siang, sudah lewat jam makan siang sebenarnya ya. Tapi anehnya restoran ternyata justru lagi rame-ramenya. Pengunjungnya banyak bangeeet....waduuuh....udah panik duluan saya, takut nggak ada tempat yang kosong lagi.

Suami langsung buru-buru memarkir kendaraan di lokasi parkir yang ternyata terpisah agak jauh dari resto. Tempat parkir ini jaraknya kira-kira 100 meteran dari restoran. Berhubung lokasi parkir agak jauh, pihak resto menyediakan mobil khusus untuk mengangkut pengunjung dari tempat parkir menuju restoran ataupun sebaliknya. Jadi pengunjung tak perlu capek-capek jalan kaki.

Begitu masuk ke dalam resto, mata saya langsung berusaha menyisir semua penjuru ruangan. Alhamdulillah, ternyata masih ada meja yang kosong. Kami bergegas menghampiri meja yang kosong itu. Pelayan datang, kami langsung order makanan. Banyak yang bilang menu favorit di sini adalah sate jamur dan tongseng jamur. Jadi kami pesan 2 menu itu di tambah tumis jamur cabe ijo dan seporsi jamur goreng crispy.

Tak sampai 10 menit, pesanan kami datang.

Bener kata orang, tongseng jamur dan sate jamurnya emang maknyuss..... tumis jamur cabe ijonya saya malah kurang suka. Jamur crispy nya enak, zidane aja doyan banget....:)

Selain makan, di sini kita juga bisa lihat berbagai macam jenis jamur lho. Di pojokan resto ada tempat khusus yang memajang aneka macam jenis jamur yang masih  tumbuh di potnya.




Cukup puas makan di Jejamuran. Rasanya enak, harga makanan juga murah meriah. Dan nggak perlu takut kolesterol naik deh kalo makan disini, jamur kan no kolesterol to....hehe. Kelak kalo mudik ke jogja lagi, saya pasti nggak akan segan untuk datang ke Jejamuran lagi.

O, iya sepanjang perjalanan pulang saya masih nggak habis pikir dengan banyaknya pengunjung yang datang ke sana. Kok bisa se rame itu ya. Berapa ya kira-kira omset per harinya ?  Hmmm....pasti banyak deh...hehehe.

Ah....andai saya punya bisnis restoran serame itu....Hahay..mari berkhayal...:P



Kamis, 10 Oktober 2013

Berkunjung ke Candi

Tempat di mana saya tinggal sekarang tak memiliki banyak tujuan wisata alam. Wisata belanja sih banyak...hehe. Wisata alam hanya ada beberapa pantai yang kurang terawat.

Jadi sering bingung kalo pas liburan dan pengen cari tempat rekreasi keluarga. Masa ke pantai lagi, ke pantai lagi....bosan rasanya. Kalo udah begini, ujungnya-ujungnya ngadem di mall deh....hihi...nggak kreatip banget yah.

Sebenarnya mall bukan tempat rekreasi yang bagus buat anak-anak ya, tapi mau gimana lagi. Kondisi kota yang minim tempat wisata alam membuat kami tak punya pilihan. Jangan heran kalo zidane menganggap mall adalah tempat rekreasi paling menyenangkan di batam....hehe.

Bulan agustus kemarin, kami sekeluarga mudik ke kampung halaman suami di jogja. Datang ke jogja tanpa berkunjung ke tempat wisata di sana rasanya bakalan rugi ya. Sip lah, sekalian juga mengenalkan obyek wisata alam ke zidane. Kasihan, selama ini zidane hanya tahu mall aja....hihi.

Tempat wisata yang jadi tujuan kami kemarin adalah candi prambanan. Letaknya yang tidak terlalu jauh dari pusat kota menjadi alasannya.

Waktu saya bilang mau ke candi prambanan, zidane terlihat cukup senang. Eh tapi, ketika udah sampai di tempat tujuan dia malah terlihat ogah-ogahan. Cuaca di sana yang saat itu cukup panas yang membuat zidane begitu. Bahkan zidane sempat minta pulang ketika melihat cuaca sedemikian teriknya. Haduuuh....:(

Akhirnya, dengan segala macam cara saya bujuk zidane agar mau masuk ke kawasan candi. Berhasil, meskipun mukanya masih agak cemberut.

Jalan menuju candi memang lumayan jauh, zidane pun sempat minta gendong ke ayahnya. Di gendong sebentar aja, karena si ayah ternyata juga nggak sanggup lama-lama menggendong. Maklum, berat badan zidane sudah lebih dari setengah berat ayahnya....hehe.

Setelah sampai di kawasan candi, muka zidane yang cemberut mulai berubah cerah. Rupanya dia takjub melihat bangunan candi yang tinggi menjulang. Mulutnya langsung cerewet menanyakan semua yang di lihatnya. Alhamdulillah, saya ikut senang melihat dia menikmati acara jalan-jalan ini.




Pulang dari candi prambanan zidane ngomong gini..." kok di batam nggak ada candi sih Mi..? "....hmmm...ada yang tau jawabannya...?




Kamis, 26 September 2013

Dadar Bayam

Telur, salah satu bahan pangan yang gampang banget untuk di olah menjadi apa saja. Di buat telur ceplok, telur dadar, untuk campuran nasi goreng, mie goreng, pasta, spagheti. Pokoknya telur itu multifungsi deh. Kalo lagi males masak telur juga bisa jadi dewa penolong, tinggal di goreng sebentar aja udah siap untuk lauk makan nasi.

Untuk ibu rumah tangga kayak saya, telur juga selalu masuk dalam daftar belanja wajib tiap bulan. Dalam sebulan minimal 40 butir telur kami habiskan. Di rumah telur paling sering di masak untuk sarapan pagi. Alasannya tentu karena praktis dan cepat untuk di olah. Dan salah satu olahan telur yang kadang saya sajikan di rumah adalah dadar bayam. Dadar bayam, selain bisa untuk sarapan bisa juga untuk bekal sekolah anak, bisa di temani nasi putih ataupun kentang goreng.

Hayuk deh langsung di lihat bahan dan cara bikinnya :

Bahan :
2 butir telur
2 genggam bayam, di rebus sebentar, di iris halus
1/2 butir bawang bombay, di cincang
1 sendok makan susu bubuk full cream plain
Air putih sedikit aja (kira-kira 1 sdm) agar adonan tidak terlalu kental
garam, kaldu bubuk, merica secukupnya.
minyak goreng secukupnya
 

Cara membuat :
Campur semua bahan menjadi satu, kocok ringan dengan garpu
Buat dadar tipis dengan wajan biasa ataupun teflon
goreng dengan api kecil sampai matang.
bisa di sajikan dengan sambal botol ataupun saus kacang tanah.


bikinnya 2 porsi ( untuk sarapan 3 orang )

Dadar bayam bikinnya gampang kan....yang penasaran silahkan di coba, jangan takut gagal....hehehe......tinggal campur-campur trus di goreng sebentar...jadi deh..:)



Kamis, 18 Juli 2013

Cincau Hitam

Selama bulan puasa cincau hitam bisa dengan mudah kita dapatkan di berbagai pasar tradisional ataupun di supermarket. Cincau hitam biasanya di manfaatkan untuk membuat es campur, es doger, capuccino cincau dan masih banyak lagi jenis minuman lain.

Aku dan suami sebenarnya juga suka cincau hitam. Dulu, tiap bulan puasa cincau hitam ini jadi salah satu bahan pangan yang sering ku beli. Tapi semenjak nonton acara liputan investigasi di salah satu tv swasta, aku kok jadi geli deh kalo harus beli cincau hitam jadi yang ada di pasar maupun di supermarket.

Di liputan investigasi yang ku tonton di gambarkan step by step pembuatannya. Bahan-bahan nya, peralatan yang di gunakan, bahan kimia yang di tambahkan....yaa...pokoknya semuanya deh. Dan semua yang ku tonton kala itu, sukses membuat bulu kudukku merinding...!

Sejak hari itu, aku pun bertekad tak mau lagi membeli cincau hitam yang sudah jadi. Meskipun nih ya, tentu tak setiap pembuat cincau hitam berlaku curang ya...aku yakin masih ada beberapa pembuat cincau yang tetap jujur dan baik. Tapi kalo aku sih, rasanya tetep khawatir kalo harus beli lagi...hehe.

Hingga suatu seketika, saat aku lagi belanja di minimarket....eh... nggak sengaja ternyata ketemu sesuatu yang cukup menarik buatku. Apa itu ? cincau powder !


Ternyata cincau ada yang di buat jadi serbuk instan seperti bubuk agar-agar ya. Karena penasaran, ku ambil satu sachet deh, bolak balik kubaca keterangan produk yang ada di bungkusnya. Hmm....ada keterangan " tanpa bahan tambahan dan pengawet".....wuiih...boleh di coba nih, aku pikir cincau powder seperti ini pasti lebih terjamin daripada cincau yang sudah jadi itu kan. Akhirnya iseng aku beli satu.

Di rumah, aku baca baik- baik petunjuk pembuatannya dan langsung aku masak si cincau powder ini.


harus di dinginkan dulu sampai mengental dan padat sebelum di konsumsi

Setelah beberapa jam, si cincau yang tadinya cair pun berubah bentuk menjadi padat seperti jelly. Siap di potong-potong dan di buat minuman. Ini dia salah satu bentuk minuman dari cincau yang ku buat. 


tinggal separuh gelas, udah keburu di sruput zidane....hehe

Cara bikin es cincau ini gampang banget lho.....bahan-bahannya cuma cincau, sirup cocopandan, air putih, susu cair ataupun susu kental manis, plus es batu (bila suka ). Caranya...taruh cincau di gelas, beri sedikit air, tambahkan sirup dan susu cair sesuai selera. Jadi deh.....dan rasanya.....segeeer....!

Cincau hitam yang di jual dalam bentuk jadi aku memang tak mau, tapi kalo cincau powder kayaknya lain waktu harus beli lagi nih....:)

Ada yang mau coba...?


Sabtu, 13 April 2013

Pepes Ikan Lele

Resep ini bukan resep dari chef manapun, ini hasil utak atikku sendiri di dapur. Gara-gara bosen dengan makanan yang selalu di goreng, jadi iseng-iseng lah bikin makanan yang di pepes. Bahannya memanfaatkan ikan lele yang udah beberapa hari ngendon di freezer. Kebetulan juga masih punya daun pisang sisa bikin lontong beberapa hari yang lalu.

Awalnya sempet ragu bikin pepes lele, takut nggak enak...hehe. Tapi selain ragu, ada juga rasa penasaran. Berbekal rasa penasaran itulah jadi tercipta resep ini...hehe.

Ini dia bahan-bahannya :

Jumat, 22 Maret 2013

3 Pengalaman Tak Terlupakan

Punya pengalaman yang sangat istimewa dalam hidupmu ?  Saking istimewa nya hingga sampai akhir hayat engkau tak bisa melupakannya ?

Aku punya dooong...#hihi...sombong...#

Ada 3 pengalaman hidup yang hingga detik ini masih begitu lekat dalam ingatan. Pengalaman yang mengajarkan aku betapa indahnya menjadi seorang ibu. Pengalaman yang melibatkan banyak luapan emosi di dalamnya, ada tawa, haru, tangis, bahagia.....ah, lengkap pokoknya.

Jika di ibaratkan makanan, pengalaman yang mau ku ceritakan ini rasanya seperti rujak. Pernah makan rujak kan...hehe

Hayuk deh... langsung aja ya...aku ceritain satu persatu....

Jumat, 22 Februari 2013

Ayah dan Anak

Banyak yang bilang, anak laki-laki biasanya lebih dekat ke ibunya. Sebaliknya anak perempuan cenderung lebih dekat dengan ayahnya. Setuju kah dengan pernyataan yang seperti itu..?

Hmmm..kalo aku sih kayaknya kurang setuju deh.....

Ini sih berdasarkan pengalaman pribadiku lho. Dari kecil zidane itu bisa di bilang sangat dekat dengan ayahnya. Sampai-sampai orang di sekitar kami sering menjuluki zidane sebagai " Anak Ayah", bukan " Anak Mami ". Ya iya lah, wong kalo ayahnya sedang di rumah alias libur, zidane itu bener-bener seperti buntut nya ayah. Kemana pun ayah melangkah, zidane pasti ngintil di belakangnya.

Apalagi kalo hari minggu, zidane selalu ingin semua hal di lakukan bersama ayah. Mandi harus di mandiin ayah. Makan ataupun minum susu pun harus ayah yang ngambilin. Sampai-sampai mau tidur siang pun harus ayah yang ngelonin....hehe.

Jumat, 15 Februari 2013

Nasi Kuning Tanpa Santan

Beberapa waktu lalu kami dapat hantaran nasi kuning dari salah seorang tetangga di sini. Zidane yang paling sumringah tuh kalo lihat nasi kuning. Biarpun baru saja makan, tapi kalo di depannya ada nasi kuning perutnya bisa mendadak laper lagi tuh....hehe

Kalo hari minggu, kadang zidane ku belikan nasi kuning sebagai sarapan. Tapi, sayangnya nasi kuning yang sering ku beli kelihatan berminyak sekali. Kayaknya sih karena kebanyakan santan saat membuatnya. Lama-lama jadi enek duluan deh sebelum menyantapnya.

Jadi kepikiran, sebenarnya nasi kuning itu bisa nggak sih di buat tanpa santan...?

Langsung ubek-ubek google deh..alhamdulillah nemu resep nasi kuning tanpa santan. Ternyata santan bisa di skip dan di ganti dengan air kaldu ayam ataupun kaldu bubuk instan. Yo wes, nanti kalo lagi ada waktu luang pingin nyoba bikin ah.

Kamis, 31 Januari 2013

Kecewa

Mendadak kepalaku yang nggak gatel pun jadi ingin kugaruk ketika aku membaca sebuah berita di media online pagi tadi. Berita tentang batavia air yang stop beroperasi sejak kamis 31 januari jam 00.00 wib, benar-benar jadi berita yang sangat nggak enak untuk di dengar...!

Masih lebih enak dengerin gosip infotaimen di tivi deh....hehe...

Bisa di bilang aku merasa kecewa saat mendengarnya.

Bagaimana tidak, Batavia air adalah salah satu maskapai andalan kami sekeluarga saat pulang kampung ke jogja. Kami merasa nyaman memilih batavia air, karena batavia adalah satu-satunya maskapai yang menyediakan rute perjalanan jogja- batam tanpa transit.

Rabu, 30 Januari 2013

Untuk Anakku

Anakku.........
Memandang wajahmu kala engkau sedang terlelap. Ada sebongkah penyesalan di hati mami. 2 hari ini mami selalu marah-marah padamu dan membuat engkau menangis. Maafkan mami nak, bukan maksud mami membuat hatimu sedih. Mami hanya ingin engkau belajar tentang sesuatu yang baik dan buruk. Mami ingin engkau bisa membedakan keduanya. Agar kelak ketika dewasa kau tahu bagaimana seharusnya engkau bersikap.

Anakku......
Mami paham bahwa usiamu masih sangat belia. Terlalu berlebihan jika mami menuntut engkau paham dengan apa keinginan mami. Tidak saat ini engkau harus mengerti, waktu yang akan membuat kau paham tentang semuanya. Mami hanya ingin kau tahu, bahwa apa yang mami lakukan semuanya demi kebaikanmu nak.

Selasa, 22 Januari 2013

Sari Wortel

Aku bukan kelinci, tapi boleh dong kalo aku suka wortel.....hehe

Belakangan ini aku memang sedang cukup akrab dengan si wortel. Kedekatanku dengan si oren ngejreng ini berawal dari cerita seorang teman yang berkisah tentang kebiasaannya minum sari wortel. Dia bilang dia jadi jarang sakit setelah rutin konsumsi air perasan wortel.

Nah..akhirnya diriku jadi ikut-ikutan deh..siapa sih yang nggak mau sehat....?

Sayuran berwarna oranye terang ini biasanya kuparut, ku peras, dan airnya ku minum. Zidane juga ikut mengkonsumsinya. Yah, itung-itung mengajarkan kebiasaan sehat ke zidane. Bagaimanapun, wortel memang banyak mengandung antioksidan yang bisa menangkal  berbagai macam radikal bebas yang ada di tubuh kita.

Berhubung lagi suka wortel nih, jadi setiap kali pergi ke pasar/ supermarket dan ketemu si wortel, mataku bisa langsung berbinar-binar lho...hihi.

Dan rasanya nggak tahan kalo nggak beli....:)

Wortelnya gendut-gendut....:)

Apalagi kalo ketemu wortel impor yang bentuknya gendut dan cantik mempesona...wuaahh...langsung semangat deh milihnya. Tahu sendiri kan kalo wortel impor dari bentuknya memang menarik banget. Warnanya oranye terang, kulitnya mulus bersih, rasanya juga lebih manis.

Banyak yang bilang, konon yang namanya buah atau sayur impor itu sebenarnya nggak bagus. Karena katanya di kasih pengawet lah, dikasih lilin lah.... tapi gimana ya...di pasar atau di supermarket yang banyak di jual kan memang wortel impor. Yo wis, nggak perlu dipikirin...yang penting pas makan bismillah aja.

Di pasar tradisional terkadang ada juga di jual wortel lokal. Tapi menurutku, wortel lokal bentuknya bener-bener nggak menarik. Buahnya kurus-kurus, kulitnya kusam, dan kalo di konsumsi mentah-mentah rasanya agak agak getir gimana gitu. Dan zidane juga nggak suka kalo minum sari wortel lokal..!

Jadi ya, sejauh ini sih masih memilih beli yang impor aja.

Meskipun wortel bagus untuk kesehatan, tapi bukan berarti harus di konsumsi setiap hari lho. Kata dokter kalo kebanyakan malah nggak bagus. Akhirnya, dalam seminggu kami hanya 3 kali saja mengkonsumsi sari wortel ini.

Tadinya, aku ingin seluruh anggota keluarga di rumah ini mau rutin minum sari wortel, biar sama-sama merasakan manfaat sehatnya. Eh ternyata sejauh ini baru aku dan zidane aja yang rutin minum. Sementara suami masih ogah dan menolaknya secara tegas....hehehe.

Nggak papa, aku pasti akan terus membujuknya sampai mau...:)

Hmm....siapa yang mau ikutan minum sari wortel....? ayo, jangan segan-segan....

# Udahan ya...mami zidane mau belanja wortel dulu....#





Jumat, 21 September 2012

Lasaknya Anak Laki-laki

Orang batam biasa menyebutnya dengan istilah Lasak. Sementara orang jawa menyebutnya dengan kata Pecicilan alias bedigasan. Kalo di artikan dalam bahasa indonesia apa ya...? hmmm....pokoknya lasak atau pecicilan itu biasanya untuk mendeskripsikan kelakuan anak-anak yang biasanya sangat aktif, tak bisa diam, serba ingin tahu dan sering mencoba hal-hal baru yang ada di sekitarnya.

Anak-anak yang sering dapat julukan lasak biasanya sih memang anak laki-laki ya, meskipun tak menutup kemungkinan ada juga anak perempuan yang memiliki sifat seperti ini. Kalo menurut saya, anak laki-laki di mana saja rasanya memang di takdirkan untuk memiliki sifat lasak kali ya. Ini sih berdasarkan pengamatan saya memperhatikan beberapa anak-anak laki-laki yang kebetulan tinggal di sekitar saya.

Ngomongin soal lasak atau pecicilan, banyak yang bilang anak saya juga termasuk kategori lasak. Kalo ini saya memang tak bisa membantahnya... hehe.. Karena sifat lasaknya itulah saya sebagai ibu pun kerap kali di hinggapi perasaan cemas dan was-was, takut terjadi sesuatu yang membahayakan. Tahu sendiri kan, anak lasak biasanya suka menjajal aneka macam tantangan yang agak-agak bahaya. Misalnya nih, manjat pohon, main sepeda kenceng-kenceng, main perosotan di tangga sekolah, lari-larian dll.

Kamis, 13 September 2012

Radang Amandel

Sekitar seminggu yang lalu, saat baru saja bangun pagi tiba-tiba saja zidane muntah-muntah berkali-kali.. Saat itu, saya langsung yakin pasti ada yang tidak beres dengan zidane. Dugaan awal saya, zidane masuk angin. Saya suruh dia rebahan di tempat tidur lagi. Kemudian saya buatkan teh manis hangat untuknya. Teh manis hangat di minumnya setengah gelas,  tapi tak sampai 5 menit ternyata zidane muntah lagi. Saya jadi cemas, sakit apa zidane ini. Saya raba dahinya, tidak panas sama sekali. Trus kenapa ya dia muntah-muntah begitu...?

Karena berkali-kali muntah, zidane terlihat lemas dan pucat. Akhirnya saya putuskan kalo hari itu dia nggak ke sekolah. Saya langsung minta tolong ke suami untuk menelpon ke guru zidane di sekolah, minta ijin karena zidane nggak bisa masuk hari itu.

Sekitar 2 jam kemudian, saya buatkan segelas susu untuk zidane. Setelah minum susu saya suruh dia istirahat lagi di tempat tidur. Eh nggak sampe 10 menit ternyata zidane muntah-muntah lagi, dan kali ini lebih banyak. Masya allah....paniklah saya. Selama ini zidane nggak pernah muntah-muntah separah ini.

Langsung saya telpon suami di kantor, minta agar suami pulang dan mengantar kami ke dokter. Sebenarnya di rumah ada motor, tapi melihat keadaan zidane yang lemah begitu nggak mungkin juga kalo saya bawa dia ke dokter dengan naik motor. Beruntung kantor suami hanya sekitar 10 menit perjalanan dari rumah. Kami langsung membawa zidane ke rumah sakit awal bros batam.

Selasa, 04 September 2012

Makanan khas

Yang di sebut dengan makanan khas adalah makanan yang berasal dari suatu daerah tertentu, dan terkadang hanya bisa di temukan di daerah tersebut saja. Meskipun pada kenyataannya sekarang, makanan khas suatu daerah tertentu juga sudah banyak yang bisa di temukan di tempat lain di seluruh penjuru negeri ini, tak hanya ada di daerah asalnya saja.

Makanan khas suatu daerah biasanya selalu menjadi incaran para pendatang yang sedang mengunjungi tempat tersebut. Aneka macam sajian kuliner itu bisa jadi tampak istimewa di mata para wisatawan. Padahal, untuk para warga asli daerah tersebut bisa jadi makanan itu hanya di anggap biasa-biasa saja.

Kita ambil contoh saja gudeg jogja ataupun rujak cingur surabaya. Buat yang asli dari daerah tersebut bisa jadi tak ada yang istimewa dengan makanan itu. Tapi buat para pendatang/wisatawan sebaliknya, mampir ke sana tanpa mencicipi kuliner tersebut pastilah akan di anggap kurang afdol.

Begitu juga dengan yang terjadi di batam. Batam punya beberapa sajian kuliner yang sering di buru oleh para pendatang. Berikut ini adalah beberapa sajian kuliner yang kerap di anggap istimewa oleh mereka.

Jumat, 31 Agustus 2012

Anak-Anak Berkacamata

Semenjak punya anak yang berkacamata, baik aku ataupun suami tiba-tiba jadi punya kebiasaan baru lho saat berada di tempat umum. Kebiasaan baru itu adalah kami jadi suka memperhatikan dan mengamati anak-anak lain di sekitar kami yang juga berkacamata. Eh, ternyata nggak cuma 1 atau 2....malah menurutku nih ya...kayaknya semakin hari kok makin banyak saja anak-anak seumuran zidane yang menggunakan kacamata. Dari mulai di mall, di sekolah-sekolah atau di area publik lain aku merasa kok aku makin sering ya menemui anak kecil berkacamata.



Suatu kali aku pernah tanya ke dokter mata langganan Zidane tentang fenomena yang sering kutemui itu. Kata sang dokter inilah akibat dari kemajuan iptek, anak terlalu akrab dengan aneka macam gadget dan aneka macam produk dari masa depan yang memiliki layar monitor. Hmmm...memang ada benarnya juga ya...itulah sebuah sisi buruk dari pesatnya kemajuan teknologi.

Sabtu, 11 Agustus 2012

Dilema Gigi Bungsu

Beberapa tahun lalu aku pernah menjalani operasi gigi geraham bungsu. Gigi geraham bungsu bawahku baik yang kanan ataupun yang kiri memang tumbuhnya nggak lurus ke atas, tapi agak miring ke samping. Inilah yang menyebabkan gusi belakang jadi sangat sakit setiap kali si gigi bertumbuh besar. Dokter gigi pun menyarankan agar gigi geraham bungsuku segera di operasi saja agar tak terus-terusan menimbulkan rasa sakit.

Operasi gigi berbeda dengan cabut gigi biasa. Cabut gigi biasanya di lakukan untuk mengambil gigi yang keseluruhan bagian gigi sudah tumbuh secara menyeluruh di gusi. Sementara operasi gigi adalah mengangkat bagian gigi yang sebagian permukaanya masih terpendam di dalam gusi.

gambar minjem dari sini

Sabtu, 04 Agustus 2012

Puasa, Jadi Gendut Atau Kurus ?

Kalo aku yang di tanya, pasti aku akan menjawab, " kurus donk..."


Ini sih jawaban berdasar pengalaman pribadiku. Di keluarga kami sudah jadi hal biasa bahwa puasa selama sebulan penuh memang akan membuat berat badan jadi turun beberapa kilo. Bagiku, ini malah sebuah nilai plus dari puasa ramadhan. Jika hari-hari biasa, menurunkan berat badan adalah hal yang teramat sulit bagiku, tapi dengan berpuasa di bulan ramadhan alhamdulillah, biasanya berat badanku bisa turun 2-3 kilo lho. Wuah..seneng banget deh rasanya...badan terasa jadi lebih ringan...:)



Selama puasa, kita tidak makan dan minum selama kurang lebih 14 jam. Selama itu pula, tubuh akan mengambil cadangan lemak yang ada dibadan kita untuk digunakan sebagai energi saat kita beraktifitas di bulan puasa. Jika pola makan selama bulan puasa di jaga dengan baik, bisa di pastikan puasa memang bisa mengurangi berat badan.

Rabu, 25 Juli 2012

I Love Sambal Terasi

Kami sekeluarga suka sekali dengan makanan pedas, apalagi yang namanya sambel. Segalam macam sambel kami doyan. Yang paling sering di bikin di rumah sih sambel terasi, sambel bawang dan sambel kecap. Sambel atau makanan pedas bagi kami sudah seperti sebuah keharusan. Rasanya akan sangat tersiksa kalo kami harus libur menyantap yang pedas-pedas....hehe

Karena hobi banget sama sambel, maka bahan-bahan untuk membuat sambel di jamin akan selalu tersedia di kulkas di dapurku. Cabe merah, cabe rawit, tomat dan terasi biasanya akan ku beli dalam jumlah agak banyak. Kusimpan rapi dalam kontainer-kontainer bumbu dan ku simpan di kulkas.

Meskipun pada dasarnya aku hobi makan segala sambel, namun saat melihat iklan sambel terasi ABC di tv aku nggak langsung tertarik lho. Aku pikir, kalo sambel buatan pabrikan besar begitu rasanya pasti nggak akan seenak sambel buatan sendiri di rumah. Jadi waktu itu, meskipun tiap hari  iklan itu wara-wiri tiap menit di tv, aku tetap belum kepengen membelinya. Aku masih setia membuat sambel terasi sendiri di rumah. Prinsip ku.." sambel buatanku pastinya lebih enak daripada sambal buatan orang lain.."....hehe...#emak-emak super PEDE#

Sampai suatu kali saat aku belanja di pasar, tukang sayur langgananku menawari aku sambel terasi ABC ini. Dia bilang katanya sambel terasi ABC itu enak. Aku nggak langsung percaya sih. Aku balik bertanya " beneran enak nih...?". Belum sempat di jawab oleh si tukang sayur langgananku itu, tiba-tiba di sebelahku ada seorang ibu yang juga lagi belanja langsung menimbrung ikutan ngobrol, bak seorang SPG yang lagi nawarin sebuah produk dia cuap-cuap di depanku...."eh, sambel terasi ABC ini enak lho mbak, saya nyoba sekali aja langsung ketagihan. Rasanya pas banget lho mbak, ....bener deh ini enak, dan nggak perlu ribet-ribet ngulek sendiri...."